Brand New Story

★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★


ハロー!>(〃°∀°〃)ノシ

welcome to my blog! i'm Sara. this is blog where you will find nothing but fangirl stuffs. so just read. don't read more if you don't like the contents of my blog, but leave me a comment or follow my blog if you like themi very appreciate your visiting to my blog!



thank you for reading♪♪



お楽しみに!ヽ(*^ω^*)人(゜∀^*)ノ




闇黒の世界へ・・・ようこそ・・・ちゅん! (・◇・)


★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★


Kamis, 17 November 2011

When si abang fall in love

Yang nulis: Sara a.k.a Kuroboshi a.k.a Piyokonyan *udah kaya tersangka teroris aje dah*
Tokohnya: Kenzo (sebagai si abang kedua *abang pertama belum muncul*), Intetsu (sebagai temen Kenzo), Kanon Wakeshima (sebagai sepupu Intetsu), dan saya sendiri.
Genre: komedi garing -_________-
Part: satu aja. ga banyak-banyak.


p.s.: akhem, ini.... bisa dibilang semacem penpik pertama saya. paling ngga penpik pertama yang di-publish. sebenernya sebelumnya saya pernah bikin penpik, tapi tau kan nasipnya pada gimana. *nangis bombay* okeh! berubung ini penpik pertama saya, dan fantastisnya, saya jarrrraaaaaaang sekali baca penpik. nyaris gapernah lagi malah kalo sekarang. jadi maap kalo masih banyak cacat disana-sini. dan maap kalo ada kesamaan cerita ato tokoh dengan penpik sudah beredar *kayanya sih ga ada* ohya, buat pens abang saya Kenzo yang ngga redo saya pairing-in macem-macem. mendingan... ga usah baca deh. hahaha. takut ntar penpik saya dicekal lagi.... -_______-" yawdah, daripada banyak bacot, mari langsung dimulai. selamat membacaaaa~



----------------------




akhir-akhir ini si abang keliatan aneh. lebih pendiem, suka senyum-senyum sama cekikikan sendiri (walopun lagi ngga mabok), sering bengong. tapi kalo sama saya sayangnya cerewetnya sih masih tetep. ngga ngerti kenapa, bener-bener beda dari biasanya. akhirnya, setelah bertapa di kamar bang Jui selama 3 hari, dan setelah mengumpulkan cukup keberanian, saya pun bertanya pada si abang, takut-takut ternyata si abang kemasukan setan gara-gara ikut kemping sama temen-temennya seminggu yang lalu...

Sara: "bang, akhir-akhir ini abang aneh loh, sumpah..."
Kenzo: *yang tadinya lagi senyum-senuyum sendiri tiba-tiba langsung melotot* "maksut kamu??"
Sara: "s,santai bang... aku kan bukan ngajak berantem. abang beda dari biasanya loh bang.. serius. kenapa sih? *senyum manis*"
Kenzo: *diem* "...kamu... janji ngga ngomong ke siapa-siapa ya."
Sara: "kalo ke temen aku boleh?"
Kenzo: "NGGA! temen kamu berisik-berisik semua!!"
Sara: "kalo ke bang Jui?"
Kenzo: "JANGAAAAAAAAAAAAN!!!"
Sara: "hm... kalo ke temen-temen abang? misalnnya Yume ato bang Ntet?"
Kenzo: "APALAGI KE MEREKA GOBLOOOOOOOOOKK!!!" *idung berasep* "ELU MO GUE CERITAIN NGGA NIH???!!"
Sara: "ohya oke bang, maap. silakan cerita!"
Kenzo: "tapi beneran jangan diceritain KE SIAPAPUN! oke?"
Sara: "iya abaaaaaaaaaaang~"
Kenzo: "trus... jangan ketawa yak?"
Sara: "oke, eh, ketawa? emang ketawa kenapa bang?"
Kenzo: "pokoknya jangan ketawa. elu ngga usah banyak tanya bisa ngga sih sebenernya, hah? mo gue ceritain ngga?? mumpung gue lagi mood juga ngobrol sama elu..."
Sara: "oke bang. silakan cerita..."
Kenzo: "ok. ehem, jadi... jadi gini..."

[flashback ke beberapa hari yang lalu]

Kenzo: "Tet, lu kemaren kemana ajaaaa? gue esemes ngga bales, ditelpon juga ngga ngangkat."
Intetsu: "maaaaap, aku baru ngcek hapeku besok paginya. maap ya..."
Kenzo: "iyaiya, lain kali jangan gitu dong.... lagian kemaren elu kemana sih?"
Intetsu: "kemarin? aku pergi ke acara keluarga."
Kenzo: "oh, ada yang kawinan? ato apa?"
Intetsu: "ngga ko, cuma acara keluarga biasa. kumpul-kumpul keluarga. emang acara reguler di keluarga aku."
Kenzo: "asik dong ya..."
Intetsu: "iya asik, aku ketemu sama sepupu-sepupuku. oh iya, ini aku ada poto sama adik sepupuku di acara kemarin. udah lama juga ngga ketemu. begitu jumpa lagi ngga terasa dia udah gede, cantik lagi. ini potonya, mau lihat?"
Kenzo: "oh boleh, mana?" (dalem ati: "hih, paling adik sepupunya masih kecil...") *liet poto*
Intetsu: "gimana?"
Kenzo: "...."
Intetsu: "woy, ko dieeeem??" *lambai-lambai tangan di depan Kenzo*
Kenzo: "i,ini... cewe yang disebelah kamu siapa Ntet??"
Intetsu: "ini loooh, adik sepupuku yang tadi aku ceritain. ngga nyimak ih..."
Kenzo: "ini?" *tunjuk poto* "ini kamu bilang??"
Intetsu: "iya. emang kenapa sih?"
Kenzo: "...." *liet poto* "ko cantik?"
Intetsu: "kan tadi udah aku bilaaaaang..."
Kenzo: "i,iya. err, ini ngomong-ngomong acara apa sih? ko pakai baju begini semua? resmi amat..."
Intetsu: "kan udah aku bilang ini acara keluarga. kamu denger aku ngomong ngga sih tadi?"
Kenzo: "eh, denger ko, denger. acara keluarga doang pake beginian? keluargaku keanya ngga gini-gini amat deh..."
Intetsu: "keluarga kita beda dong..."
Kenzo: =..=" "hmm. eh, ini sepupu kamu siapa sih namanya?"
Intetsu: "ohya lupa, ini namanya Kanon, kalo yang ini..."
Kenzo: *motong* "oh kanoooooon, namanya bagus yaaaa." *senyum lebar* "ohya Ntet, ini poto boleh aku bawa ngga?"
Intetsu: "apa? mo kamu bawa? buat apaan??!"
Kenzo: "buaat..... oh buat nunjukin ke adikku, dia kan suka tuh liet baju-baju model begini nih... jadi pengin aku tunjukin, pasti dia seneng deh. hahahaha"
Intetsu: *micing mata* "tumben banget kamu, biasanya berantem aja."
Kenzo: "yaaa, ck, sekali-sekali laaaah... boleh ya, boleh ya?"
Intetsu: "aku sebenernya masih ngga percaya sama kamu, tapi yasudahlah... nih." *kasih foto*
Kenzo: "ihiii... makasiiiih~" *senyum sumringah*
Intetsu: "i,iya, sama-sama..." *mukabingung*

......


Kenzo: "gitu deh ceritanya..."
Sara: "oooooooohh, jadi ceritanya abang naksir sama yang mbak Kanon yaaaa?? fufufufu..."
Kenzo: "udah aku bilang jangan ketawa kaaaan??" *jewer*
Sara: "aku ngga ketawa abang sayaaaaaaaaaaaang~~~ adududuh.."
Kenzo: "tadi barusan tuh!"
Sara: "itu bukan ketawa abang, gimana sih." *gosok telinga* "ngomong-ngomong bang, dari tadi kita nyeritain mbak Kanon, aku jadi pengin lihat orangnya bang. apalagi abang bilang orangnya cantik. aku mo lihaaat??" (*v*)
Kenzo: "cih, tunggu bentar. aku ambil dulu potonya..." *ngloyor ke kamar*

beberapa menit kemudian....

Kenzo: "nih!" *nyodorin foto*


Sara: "hm, hm, yang... ah, yang ini pasti kan??" *tunjuk gambar Kanon*
Kenzo: "ih iya, ko tau?"
Sara: "abang bilang kan orangnya cantik. lagian di poto ini yang keliatan jelas cuma bang Ntet sama si mbak Kanon-nya... keren ya bang!"
Kenzo: "iya dong!"
Sara: "baiklah abang, saya senang sekali mengetahui ternyata abang masih normal, masih suka sama cewe."
Kenzo: "maksut kamuuu haaaaaah??" *jewer lagi*
Sara: "iya ampun bang, abisnya abang kemana-mana sama si Yume. aku kirain abang apaaa gitu. Yume kan kecengan aku baaaaang, ga lucu aja kan kita rebutan Yume masaaak..."
Kenzo: *makin kenceng jewer*
Sara: "udah abang sakit, ih! jadi gini deh, berubung abang akhirnya suka sama cewe, aku bantu deh! gimana?"
Kenzo: "kamu? bantu? mo bantu gimana??"
Sara: "yaaaa.... gimana kek, aku minta bantuan bang Ntet gitu. tapi ngga aku bilang lah abang naksir mbak Kanon~"
Kenzo: "bener kamu mau bantu??" *senyum lebar**mata berbinar-binar*
Sara: "tentu saja, abang. walopun aku sering abang zholimi sedemikian rupa, aku kan adik yang baik yaaaa. lagian bang, kan aku juga yang seneng kalo suatu saat kakak ipar aku cantik kayak mbak Kanon~"
Kenzo: "begitu kah?? terima kasiiiiiiiiiiiiiihhh~~ adek gue yang paling baek dah elu!! muah!!" *pelukpeluk*

begitulah pada akhirnya si abang begitu bahagianya sampai satu harian itu, untuk pertama kalinya, si abang baiiiiiiik banget sama saya. ngga ada marah-marah, ngga nyuruh macem-macem, perhatian. baik banget lah pokoke. tapi saat itu sepertinya memang benar-benar terjadi hanya sekali dalam seumur hidup saya. keesokan harinya si abang kembali ke sifat aslinya....

Kenzo: "heh, elu, lagi ngga sibuk kan?"
Sara: "abang ngga lihat aku lagi nonton tipi?" *kunyah biskuit sambil nonton*
Kenzo: "itu tandanya elu lagi ngga sibuk. minta tolong gue! elu anterin nih buku si Ntet dulu ke rumahnya sonoh!"
Sara: "ih si abaaaaang, nganter gituan doang masak harus aku yang nganterrr?? biasanya juga sendiri..."
Kenzo: "gue-masih-ada-tugas! ngga ada waktu! lu pergi sonoh, naik sepeda, deket aja ko!"
Sara: "males banget abang..... diluar panaaaaas. itu jemuran baru 2 jam yang lalu dijemur aja udah pada kering."
Kenzo: "ga mo tau. dari pada gue suruh bersiin gudang, pilih mana??"
Sara: *manyun* "sini bukunya!! bawelllll........"
Kenzo: "gitu dong.... nih."

saya pun pergi ke rumah bang Ntet di tengah siang yang sangat panas dengan mengendarai sepeda. iya, sepeda. si abang ngga ngijinin saya buat naik motor. katanya kalo saya kecelakaan, trus motornya rusak, saya harus ganti rugi. abang yang kejam. andai aja dia bilang kalo saya kecelakaan, badan saya luka-luka, masuk rumah sakit, kan jadi dia yang sedih ntar, itu masih saya terima alesannya.

sesampainya di rumah bang Ntet...

"tok tok tok!"

Intetsu: "yaaa, siapa itu??"
Sara: "ini Sara, abaaaang. mo balikin buku bang Ntet yang dipinjem bang Kenjo!"
Intetsu: *buka pintu* "oh, Sara?"
Sara: "iya bang~" *senyum manis* "ini bukunya bang..." *nyerahin buku*
Intetsu: "aa, makasiiih!"
Sara: "yaudah bang, aku balik dulu ya..."
Kanon: "Intetsu, siapa yang datang?"
Sara: *dalem ati* "hah, mbak Kanon!"
Intetsu: "oh ini, adiknya temen aku, Kenzo. ini Sara."
Kanon: "oh, Sara... halo, saya Kanon~"
Sara: "m,mbak Kanon?"
Kanon: "iya. hahaha. ayo silakan, masuk dulu..."
Sara: "ng,ngga mbak, bang. saya pulang dulu. udah ditunggu abang di rumah."
Kanon: "tapi diluar kan panas. kamu masuk aja dulu, duduk-duduk. ngadem bentar. baru pulang."
Intetsu: "ah, hampir lupa! di dalem ada kue, loh! kamu suka kue kaan??"
Sara: "apa? kue, abang?? saya suka kueeee~"
Kanon: "nah, ayo ayo, masuk aja kalo gitu...."
SaraKanonIntetsu: *masuk*

kami pun langsung menuju ruang makan. ruang makan yang tidak begitu besar, tapi rapih sekali. daripada rumah saya, rumah bang Ntet memang lebih unggul dari sisi manapun.

Intetsu: "ini kuenya, silakan."
Sara: "tengkyu, bang Ntet~ selamat makan!" *makan* "uwaah, enak bang!"
Kanon: "enak? terimakasih! ini minumnya Sara." *taro segelas jus jeruk*
Sara: "ih mbak Kanon, ngga perlu repot-repot. air putih aja juga ngga papa~" *minum jus jeruk* "hah, segar sekali~ ohya ngomong-ngomong, ini kuenya siapa yang bikin bang? abang ya?" *gigit stroberi*
Intetsu: "itu Kanon yang buat."
Sara: "mbak Kanon? waaaah, mbak Kanon jago bikin kue! kuenya enak lagi!" *makin semangat makan*
Kanon: "ah ngga juga, saya cuma iseng-iseng aja buatnya. ngga ada yang istimewa.." *senyum*
Sara: "tapi enak banget loh mbak! serius! aku sih mana bisa bikin yang begini, yang gampang aja sering gagal..."
Kanon: "kalo sering latihan pasti bisa ko. ohya, kalo mau nambah, ambil aja lagi yaa."
Sara: "iya mbak, makasih." *lanjut makan*
Intetsu: "si Kenjo mana? ko ngga dia yang nganter?"
Sara: "si abaaaaang, katanya lagi sibuk ngerjain tugas. makanya nyuruh aku." *manyun*
Intetsu: "tugas? hmm... tugas kemarin apa jangan-jangan ya."
Sara: "gatau deh tugas yang mana... sayang banget abang ngga dateng kesini padahal..."
Intetsu: "eh, emang kenapa?"
Sara: "hah, karena... karena... karena abang ga bisa ngerasain kuenya mbak Kanon~ abang pasti suka deh!"
Kanon: "abang kamu suka kue? yaudah, kalo gitu ntar saya bawain untuk dia juga."
Sara: "eeeeeeehh, makasih mbaaaak~ maap ngerepotin!"
Kanon: "ngga papa, saya senang ko kalo ada yang suka kue buatan saya."
Sara: "iyah! abang pasti suka tuh!! ohya mbak, mbak emang tinggal disini ya sama bang Ntet?"
Kanon: "nggaaaa, saya ngga tinggal disini. saya dan keluarga saya disini cuma nginep beberapa hari karena kemarin kan ada acara keluarga."
Intetsu: "iya, tapi karena mereka pada pergi, jadi tinggal kita deh yang jaga rumah."
Kanon: "hahahaha, kebetulan juga saya sedang libur kuliah dan udah lama ngga main-main kesini."
Sara: "hmm... memang mbak Kanon tinggal dimana?"
Kanon: "saya... tinggal di Inggris."
Sara: *kaget* "berarti kuliahnya di Inggris juga dong?"
Intetsu: "iya, di sekolah musik. Kanon bisa main banyak alat musik, kayak cello, piano, dan blablabla" \\pokoke alat musik berkelas semua lah//
Sara: *syok* "waw, mbak Kanon keren..." *speechless* O_Ob
Kanon: "ah, ngga juga.. saya masih belajar ko."

selama beberapa jam saya ngobrol dengan bang Ntet dan mbak Kanon. setelah hampir sore, saya akhirnya pamit dengan mereka untuk pulang.


sesampainya di rumah....

Sara: "ABAAAAAAAAAAANG!! BANG KENJOOOOOOOOO, AKU PULAAAAAAAAAAAAANGGGGG!!!!!!!"
Kenzo: "yailah, masuk aje napa? pake treak-treak. brisik tau!" *duduk di depan tipi*
Sara: "abang abang, liet dong aku bawa apaan. TADAAA!!" *nunjukin kotak bekal*
Kenzo: "ng? elu abis nyolong dimana tuh?"
Sara: "enak aja! ini loooooh, isinyaaa... abang pasti suka deh!" *buka kotak* "kue! strawberry shortcake!"
Kenzo: "....gue ngga suka kue..." *nglengos*
Sara: "a,a,a... kali ini aku yakin, abang pasti suka. ini, kue dari mbak Kanon. buatannya mbak Kanon, langsung! buatnya pake cinta bang!" #eaa
Kenzo: *berenti* "apa kamu bilang? Kanon yang bikin??"
Sara: "hu-uh.." *angguk*
Kenzo: *rebut kotak, langsung lari ke meja makan* "BUAT GUE!!"
Sara: "eh! i,iya. emang buat abang." *ikut duduk di meja makan*
Kenzo: *liet ke dalem kotak* "APAAN NIH. KENAPA KUENYA ANCUR BEGINIIIII??!" *tunjuk-tunjuk kue membabi buta*
Sara: "ohya, maap. aku lupa bilang, tadi itu kotaknya aku taro di keranjang sepeda kan. trus tadi di jalan aku jatoh dari sepeda gara-gara keserempet becak abaaaang... kotaknya lompat dari keranjangnya. hampir aja kelindes mobil tadi bang, untung cepet-cepet aku selametin. liet nih siku aku lecet bang gara-gara mo nyelametin kotak kuenya..."
Kenzo: "GOBLOK! MAKANYA BAWA SEPEDA YANG BENER DONG! GIMANA GUE NGGA NGIJININ ELU NAIK MOTOR COBA, KALO NAIK SEPEDA AJA ELUNYA NGGA BECUS! kuenya jadi ancur kan..." *liet kue dengan muka iba*
Sara: "t,tenang bang. walopun ancur, rasanya pasti ngga berubah. tetep enak... pasti!"
Kenzo: *makan kue* "iya sih. enak banget..." *makan sambil terharu*
Sara: "tuhkan... apa aku bilang."
Kenzo: "...eh tunggu, tunggu.... gue baru sadar. elu, jumpa Kanon dimana rupanya? sampe dia ngasih kue gini..."
Sara: "loh, emang abang ngga tau ya? mbak Kanon kan lagi di rumah bang Ntet."
Kenzo: "SERIUS LO?!"
Sara: "aduh, ya seriuslah abang. ngapain juga aku bohooooong..."
Kenzo: "ko ngga bilaaaaaaaang??"
Sara: "kirain abang udah tau."
Kenzo: "kalo gue udah tau ngapain juga gue suruh elu kesana, monyeeeeeeeeeet..." *makan kue lagi*
Sara: "yaaaaa, maap. makanya abang... lain kali kalo apa-apa jangan suruh-suruh aku lagi deh..."
Kenzo: *mata berkaca-kaca*
Sara: "jih, si abang. gitu aja udah mewek..."
Kenzo: "GUE NGGA MEWEK, KAMPRETS!!" *gosok mata* "yaudah, elu disana udah lama banget. pasti udah banyak cerita. cerita apa aja lu sama dia?!"
Sara: "ngga banyak sih bang. tapi emang deh, mbak Kanon baik banget. ini kuenya dia yang ngasih loh. bukan aku yang minta."
Kenzo: "gitu yeh?" *senyum lebar**makan kue* "trus, trus, cerita apa lagi? elu ada ceritain soal gue ngga??"
Sara: "ngga banyak bang. maap. palingan tadi pas bang Ntet tanya kenapa bukan abang yang balikin bukunya, aku jawab aja si abang lagi sibuk ngerjain tugas. getau tugas yang mana. gitu bang."
Kenzo: "hoh, gitu doang... trus?"
Sara: "yaaaaaaaaa... selebihnya aku tanya-tanya soal mbak Kanon-nya. ih bang, mbak Kanon cantik banget tau bang. lebih dari yang ada di poto."
Kenzo: "iya doooong." *senyum sumringah*
Sara: "ohya bang, ada satu lagi. tadi aku sempet tanya tempat tinggal mbak Kanon. abang mo tau di tinggal dimana abang?"
Kenzo: "dimana??" *senyum lebar*
Sara: "di Inggris!"
Kenzo: "hah...?"
Sara: "ho-oh. trus kata bang Ntet, mbak Kanon jago main cello, piano dan blablabla."
Kenzo: *diem*
Sara: "gitu deh bang. ntah kenapa setelah aku pikir-pikir lagi mbak Kanon ngga cocok sama abang deh..."
Kenzo: "JAHAAAAAATTT!!!!"
Sara: "ih abang, abisnyaaaaa... sifat mbak Kanon terbalik 180° sama sifat asli abang. ngga usah sifat deh, penampilan aja udah beda banget. mbak Kanon kayak putri kerajaan Eropa begitu, abang kayak gembel..."
Kenzo: *berdiri* "kamu! awas ya! AWAS!!" *lari ke kamar**banting pintu*
Sara: ".....ya tuhan, si abang baru begitu aja udah ngambek...." *beresin meja*

malamnya...

Sara: *liet Kenzo lewat sambil make jaket* "mo kemana bang?"
Kenzo: "mo pergi!"
Sara: "pergi kemana bang?"
Kenzo: "bukan urusan lu!"
Sara: "pergi sama siapa bang?"
Kenzo: *melotot* "sama si Aki. elu nanya sekali lagi, gue usir lu dari rumah!"
Sara: *takut* "hati-hati ya bang..."
Kenzo: *ngloyor*

setelah bang Kenjo pergi pun saya sendirian di rumah. sembari menuggu si abang pulang (yang ntah sampai kapan baru akan pulang), saya menonton tv. tidak lama setelah abang pergi, tiba-tiba...

"tok tok tok!"

Sara: "nahloh, si abang gimana sih. tadi semangat banget mo pergi, ini baru berapa menit udah pulang lagi. tunggu. si abang ngga mungkin ngetok. kalo dia masuk rumah kan main nyelonong masuk aja. ini bukan abang! bang Jui juga bukan. katanya pulang baru minggu depan. kalo temen aku.... mana pernah mereka dateng jam-jam segini kalo ngga penting-penting banget. j,j,jadi... siapa itu...." *waswas*

"tok tok tok!"

Sara: "i,iyaaaa sebentaaaaar!" (dalem ati: "awas si abang kalo ini maling. salah banget dia udah ninggalin aku sendirian. eh, ya ngga mungkin maling laaaah. masak maling ngetok pintu. pasti seseorang deh!") *buka pintu*
Intetsu: "halo Saraaa!"
Sara: "eh, bang Ntet. tumben jam segini dateng kemari. loh, ada mbak Kanon juga?"
Kanon: "iyaa."
Sara: "oh maap, silakan masuk!"
Intetsu: "terimakasih. permisi."
Sara: "silakan, silakan, silakan duduk."
IntetsuKanon: *duduk*
Sara: "err... maap, di rumah lagi ngga ada apa-apa."
Intetsu: "ngga papa, ngga usah repot-repot. kita disini cuma sebentar ko."
Sara: "oh. bang, sebelumnya.... udah bikin janji sama si abang belum?"
Intetsu: "bikin janji sama Kenzo maksutnya?"
Sara: "iya bang. cuma mo mastiin."
Intetsu: "ngga. kenapa?"
Sara: "pantesan...."
Intetsu: "memang kenapa?"
Sara: "si abang lagi ngga di rumah. baruuuuuu aja pergi."
Intetsu: "yah, sayang banget." *bisik* "padahal aku udah sengaja ajak si Kanon kesini, karena waktu itu aku lihat si Kenzo kayaknya agak gimanaaaaa gitu pas liat potonya si Kanon."
Sara: "eeh...." *bengong*
Intetsu: "yaaaah, itu sih cuma pikiran aku aja yaa. ngga tau deh emang gitu ato ngga."
Sara: (dalem ati: "itu karena si abang lagi naksir sama mbak Kanon, bang Nteeeeeeeeeeettt~") "ohya, abang sama mbak Kanon ada perlu apa malem-malem gini datang kemari."
Intetsu: "oh itu... ekhem! jadi hari ini Kanon mau balik ke Inggris."
Sara: "eeeeeeeh, hari ini?! ini kan udah malem!"
Kanon: "iya, saya naik penerbangan paling malam."
Sara: "tapi, kenapa mendadak banget?"
Kanon: "itu... mendadak saya ada urusan disana. padahal harusnya saya pulang lusa."
Intetsu: "ini malah habis dari sini kami langsung ke bandara. aku yang anterin..."
Sara: "yaah, semoga sampai di tempat tujuan dengan selamat deh kalo gitu."
Kanon: "terimakasih."
Intetsu: "si Kenzo kira-kira lama ngga?"
Sara: "ngga tau bang. tadi orangnya ngga bilang."
Intetsu: "hm... emang perginya sama siapa sih?"
Sara: "tadi katanya sama si Aki, bang."
Intetsu: ".....kayaknya bakal lama deh itu. apa kita pergi aja, Non?"
Kanon: "boleh."
Intetsu: "yaudah deh, kita pergi dulu, mo langsung ke bandara."
Sara: "iya abang, nyetirnya hati-hati ya bang, udah malem."
Intetsu: "oke."
SaraIntetsuKanon: *jalan ke luar rumah*
Sara: "oh, mbak Kanon. hampir lupa bilang. tadi kue yang mbak kasih buat abang sempet ancur karena tadi aku jatoh dari sepeda. tapi walopun bentuknya jadi aneh banget si abang seneng banget makannya. sampe-sampe dia terharu. hahahaha"
Kanon: "apa? kamu jatoh dari sepeda? ngga papa kan? ada yang luka??"
Sara: "ng,ngga ko mbak. saya ngga papa. paling lecet-lecet doang."
Kanon: "yah, syukur deh. hati-hati lain kali ya. ohya, soal kuenya, saya senang sekali! bilang makasih ke abang kamu ya."
Sara: "okeeee~"
Intetsu: "yaudah, kita pergi dulu ya. kamu hati-hati ya sendiri di rumah."
Sara: "iya bang. ohya bang, bole tanya?"
Intetsu: "mo tanya apa?"
Sara: "tanya....." *bisik*
Intetsu: "oooooh, kamu. dari tadi kek. ini nih..."
Sara: "oh, ntar bang."
Intetsu: "udah?"
Sara: "ini bang, makasih!"
Intetsu: "oke, bye!"

mobil bang Ntet pun berlalu meninggalkan saya. lagi-lagi saya sendirian. saya pun kembali masuk rumah, melanjutkan aktifitas sebelumnya: menonton.

beberapa jam kemudian, bang Kenjo pulang. diluar dugaan saya, dia ngga mabok-mabokan...

Kenzo: *jalan ke kamarnya*
Sara: "abang, abang! tadi bang Ntet dateng!"
Kenzo: *melotot* "trus?"
Sara: "ng...ngga... tadi bang Ntet dateng kesini ngga lama setelah abang pergi. bawa mbak Kanon pulak."
Kenzo: "apa kamu bilang? Intetsu sama Kanon kesini?? pas aku baru aja pergi??"
Sara: "i,iya bang..." *angguk*
Kenzo: "ko kamu ngga bilaaaaaaaaaaaanggg????!!"
Sara: "abisnya si abang nyeremin banget pas pergi tadi. aku kan takuuuuut. lagian bang Ntet sama mbak Kanon-nya lagi buru-buru abang."
Kenzo: "buru-buru? emang mo ngapain?"
Sara: "kan mbak Kanon mo balik bang?"
Kenzo: "balik kemana?"
Sara: "balik ke kampungnya abaaaang. masak balik ke perut emaknya~~"
Kenzo: "PULANG KAMU BILANG??!"
Sara: "hu-uh bang... soale katanya ada urusan mendadak gitu..." *takut*
Kenzo: *mata berkaca-kaca*
Sara: "idih si abang, jangan nangis lah abang. gitu aja masak nangis, malu dong...."
Kenzo: "GUE NGGA NANGIS YA, SYAITON!!" *kucek mata*
Sara: "yaudahlah bang. salah abang juga sih, siapa suruh pergi sama si Aki. kalo abang di rumah aja pasti abang jumpa sama mbak Kanon..."
Kenzo: "LU NYALAHIN GUE, IYA??! IYA??!!" *tunjuktunjuk*
Sara: *telenludah* "ngga juga sih bang... udah bang, ikhlasin aja. kapan-kapan si mbak pasti dateng kesini lagi. nah, kalo udah gitu, abang jangan kemana-mana deh, di rumah aja. trus kalo ada perlu apa-apa di rumah bang Ntet, abang pergi sendiri aja kesana."
Kenzo: "kelamaaaaaan..."
Sara: "abis gimana ya bang, cinta kan butuh kesabaran..." #eaa
Kenzo: *menerawang*
Sara: "ohya bang, tadi aku bilang ke mbak Kanon soal kue yang abang makan tadi sore itu."
Kenzo: "kamu emang cerita apa?"
Sara: "aku bilang ke dia, abang suka banget sama kue buatan mbak Kanon. trus abang makannya sampe terharu gitu. gitu bang."
Kenzo: "kamu bilang gitu ke dia? ih apasih, aku kan jadi malu..."
Sara: "abang, apaan sih. jijay banget..."
Kenzo: *getok*
Sara: "hahaha, becanda lah bang...."
Kenzo: "trus dia jawab apa kamu bilangin gitu?"
Sara: "dia seneng banget bang! katanya, bilang makasih ke abang kamu ya. gitu bang!"
Kenzo: *ketawa* "ah, becanda kamu bisa banget deh..."
Sara: "SUER BAAAAAANG~~ ngapain juga saya becanda."
Kenzo: "jadi beneran?" *kaget*
Sara: "gitu deh."
Kenzo: *senyum lebar*
Sara: "trus baaang...." *nunjukin hape* "aku udah dapet dong nomer teleponnya mbak Kanon."
Kenzo: "asli nih??" *pelototin hape*
Sara: "asli dong bang! aduh bang, liatinnya biasa aja kali bang." *tarik-tarikan hape sama Kenzo*
Kenzo: "kamu dapet dari mana? minta langsung sama Kanon?"
Sara: "ngga bang. kalo nanya langsung tanya ke orangnya aku segen lah. hahaha. jadi aku minta sama bang Ntet."
Kenzo: "aaaaa, makasih ya kalo gitu, adek gueeee~" *peluk*
Sara: "hahahaha, iya bang~" (dalem ati: "kalo udah gini aja baeknya ngga ketolongan...")

malam itu pun berlalu dengan menyenangkan. saya dan abang ngobrol layaknya abang-adik normal pada umumnya. si abang terlihat lebih ceria. lebih banyak senyum, ketawa, dan ngomong dengan baik daripada ngomong kasar (seperti biasa). saat itu saya bukan seperti melihat si abang yang biasanya. berbeda sekali. begitulah ternyata jatuh cinta bisa mengubah tingkah orang yang sedang mengalaminya... #eaa

Sara: "ohya bang. kayaknya bang Ntet tau deh abang naksir sama mbak Kanon..."
Kenzo: "APA??!"




===end===





4 Secret Whisper:

★カザリ幸子☆ mengatakan...

Tanggung kaaaaaaak ceritanyaaaaaaa DDDx
Tapi bagus koooo' xDD

★クロボシ★ mengatakan...

ah, dibacaaaaaaaaaa!!!!!!! *terharu* terima kasih~~~ ini sengaja dibikin gantung. anti klimaks gitu deh... =w=b *soktau*

Anonim mengatakan...

Keren, keren. Nggak nyangka Kenzo dipasangin sama Kanon. Lanjutannya gimana?

Perasaan beberapa kali baca fanfic di internet, ini salah satu yang paling normal dan malah terkesan agak resmi. Biasanya fanfic yang saya ketemu gajenya nggak ketulungan n bikin mules. Tapi ini keren. d^^b

★クロボシ★ mengatakan...

@anon: aaaa, anon yg komen!!! *bahagiasampelangitketujuh* xDDDD

keren ya?? terimakasih banyaaaakks! ini masih lanjut ko, walo munkin ceritanya agak beda tapi tokohnya masi sama. tinggal nunggu ada tambahan inspirasi sama waktu. tapi tunggu ajaaa, semoga masi bisa saya lanjut! (>v<)b

waduh, dibilang resmi... abisnya saya ngga pernah baca penpik. jadinya gini deh... =w="

Posting Komentar

サヨナラ

サヨナラ